Ada sebuah desa di dekat sebuah sungai. Di desa ini banyak sekali
terdapat ayam. Di hutan yang bersebelahan dengan desa ini terdapat
seekor serigala. Serigala ini setiap malam pergi ke desa itu. Ia
mencekik dan mencuri ayam-ayam itu lalu memakannya. Ini terus
berlangsung lama hingga di desa ini tidak ada satu pun ayam. Seringkali
penduduk desa berusaha membunuh serigala ini atau menangkapnya namun
mereka tidak berhasil. Pada saat mereka telah putus asa mengurusi
masalah serigala ini, mereka berpikir untuk pergi saja dari tempat itu.
Akhirnya penduduk desa pun bersepakat untuk pergi meninggalkan desanya.
Setelah kepergian penduduk desa, serigala pemangsa itu selama beberapa
hari kebingungan karena tidak dapat menemukan makanan. Pada saat ia
mencari sesuatu yang dapat dimakannya, ia melihat sebuah desa di
seberang sungai yang lain. Ia pun mulai berpikir bagaimana caranya untuk
bisa sampai ke desa itu sedang dia tidak bisa berenang. Ia terus
berpikir sampai akhirnya hatinya mempunyai rencana yang licik.
Di kebun dekat dengan hutan tempat serigala itu tinggal ada seekor onta.
Kemudian sang serigala pergi untuk menemui si onta tersebut. Ia
berkata pada si onta itu, ''Hei kawan, kamu adalah kawan dan hewan yang
aku cintai. Sekarang kamu kelaparan di tempat ini, sedangkan di seberang
sungai sana ada sebuah kebun yang banyak terdapat tumbuh-tumbuhan hijau
dan banyak rumputnya. Sebaiknya kamu menyeberangi ke tepi sungai di
bagian sana, lalu kamu dapat makan sebanyaknya dan dapat hidup dengan
damai. Aku juga akan pergi bersamamu untuk menemanimu kawan kata si
serigala.''
Onta itu pun senang mendengar ajakan dari si serigala. Ia setuju untuk
pergi bersama serigala itu ke seberang sungai. Serigala itu menumpang
di atas punggung si onta. Onta kemudian berenang dan terus berenang di
air hingga keduanya sampai di seberang sungai. Ketika keduanya telah
sampai, serigala itu melompat dari punggung si onta dan ia berkata pada
si onta itu, ''Kawan, ada kebun disana. Pergilah kamu kesana sampai aku
kembali padamu.''
Kemudian serigala pergi ke desa yang ada di tepi sungai itu dan melompat
ke kandang ayam lalu memangsanya dan membawa satu ekor ayam dari
kandang itu. Setelah ia makan dan kenyang, ia lalu berdiam diri
disamping si onta sambil bernyanyi, ''Wou... wou... wou...''
Penduduk desa mendengar suara serigala itu. Lalu masing-masing penduduk
desa itu mengambil tongkatnya. Mereka kemudian keluar untuk mencari
serigala itu. Tapi serigala itu licik sekali, pada saat ia tahu sedang
diburu oleh para penduduk desa ia lalu berlari dan bersembunyi. Pada
saat penduduk desa telah sampai di kebun, mereka hanya menemukan seekor
onta. Lalu penduduk desa pun memukuli badan bagian kanan dan kiri serta
kepala onta itu. Onta itu pun berlari ke luar kebun hingga hampir saja
onta itu mati.
Setelah itu keluarlah si serigala yang licik menemui si onta yang malang
itu sambil berkata, ''Bagaimana keadaanmu kawan?'' Onta lalu menjawab,
''Aku diperlakukan sebagai musuh. Kamu yang melolong dan kamu yang
berlari. Jadilah aku yang dipukuli oleh para penduduk desa.'' Serigala
kemudian berkata lagi, ''Kawan , sudah menjadi kebiasaanku bernyanyi
setiap kali aku selesai makan.''
Serigala merasa takut kalau-kalau penduduk desa keluar lagi dan mereka
berhasil menemukannya. Serigala lalu berkata pada si onta, ''Kawan,
sebaiknya kita kembali ke rumah kita semula di seberang sungai itu.''
Onta itu pun setuju kemudian berjalanlah ia di atas air. Serigala
kemudian naik lagi ke atas punggung si onta. Setelah sampai di tengah
sungai, si onta lalu mencondongkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
Serigala lalu bertanya, ''Kawan, mengapa kamu melakukan ini sedang kita
berada di tengah-tengah sungai?'' Onta itu menjawab, ''Aku hanya ingin
sedikit meliuk-liuk.'' Serigala itu lalu berkata, ''Tuhan! Kamu
meliuk-liuk di sini, di tengah-tengah sungai?'' (Serigala itu pun
melolong dan menjerit-jerit ketakutan). "Tak masuk akal sampai kapan pun
kalau kamu meliuk-liuk di atas air, sungguh tak masuk akal!" Teriak si
serigala.
Onta itu berkata lagi, ''Aku harus meliuk-liuk.'' Lalu onta itu
mencondongkan tubuhnya kembali ke kanan dan ke kiri kemudian mengangkat
kedua kakinya dan melemparkan si serigala yang licik itu dari atas
punggungnya (sedangkan si serigala tidak dapat berenang). Onta itu
berkata pada si serigala, ''Tidak, saudaraku. Aku selalu meliuk-liuk
setelah makan.'' Lalu serigala yang licik itu tenggelam di bagian dalam
sungai dan mati. Sedang sang onta selamat.







0 komentar:
Post a Comment